Semuanya Jadi Halal (Edisi Dunia Maya)

Baru-baru ini sering banget lewat di wall facebook artikel atau konten yang berisikan hoax. Benar saja, mulai dari judul, gambar, sampai ke isi semuanya saling bertolak belakang. Hanya demi mencari seupil receh, mereka memberanikan diri untuk berbuat sejauh itu. Padahal, mereka sadar akan tanggungan yang akan diterimanya kelak nanti.

Seiring berjalannya waktu, penggiat sosial semakin menjadi-jadi. Mulai menebar kebencian dimana-mana dengan cara menciptakan konten-konten negatif yang sangat berseberangan. Banyak diantaranya bocah-bocah labil yang ikut-ikutan teman. Sudah menjadi hal yang wajar seperti ini dikalangan bocah tersebut karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

2 tahun terakhir ini memang sangat terlihat nyata bagaimana oknum-oknum jahat mencari uang melalui konten yang penuh kebencian, menebarkan hoax dimana-mana yang ditargetkan ke bocah-bocah labil. Jadi, korbannya yang masih dungu ini akan membaca judul yang waw? pastinya akan langsung share tanpa mengetahui isi nya. Istilahnya, lihat luar kece, langsung beli tanpa tau isi dalam, udah kayak lottery aja.

Menghalalkan segala cara

Media sekarang juga ikut-ikutan buat konten hoax. Padahal, mereka sudah punya anggaran yang sangat besar loh! tapi tidak menahan diri untuk terus berkarya, walaupun harus melalui badside. Harus dipikirkan kembali dan pintar-pintar menyaring artikel, tidak bisa dipungkiri sekalipun media besar.

Banyak oknum bayaran maupun secara personal memang sudah permainannya seperti itu. Mencari uang dan semuanya menjadi halal karena tujuan utamanya uang. Bagaimana dengan keimanannya? kita tidak bisa mengukur kadar iman seseorang, tapi jika perilakunya saja sudah menyimpang seperti itu, bagaimana bisa kita menganggapnya baik? Pikirkan kembali.

Permainan kotor seperti ini biasanya mereka memakai akun kloningan atau bayangan/palsu, kemudian mencomot gambar yang kira-kira cocok tuh sama tema (tema yang dimaksud judul, bukan isi), kemudian isinya dibuat deh seenak udelnya. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan sedikit modal sekiranya 1jt buat ngais 10-15jt dari hasil kotor tersebut.

Terlihat nikmat, tapi resikonya bagaimana? mereka ada yang sudah dibekali oleh bekingnya, ada juga yang sudah biasa dengan hal seperti itu. Maklum, oknum seperti ini suka menganggap sepele sesuatu hal. Konten negatif itu sudah menjadi asupannya sehari-hari, jadi sudah lancar banget bikin drama seperti itu.

Penutupan…

Sedikit saran buat pembaca, hindari konten dan saring kembali isi yang terdapat dalam konten-konten. Jangan asal share aja, telaah dulu gambarnya, perhatikan judul dan isinya, apakah sesuai atau hanya bualan semata. Hati-hati tipu muslihat sekarang ini nyata adanya, bukan orang lain bukan musuh tapi teman sendiri pun bisa jadi.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *