Scam Alert! Memproteksi diri sejak dini

Baru-baru ini terdengar banyak scam bertebaran di Internet. Scam ini mengambil data privasi seperti nama, kartu kredit, dan data diri lainnya yang bisa digunakan untuk pemalsuan. Banyak kejadian belakangan ini yang menjadi korban hilangnya uang nasabah dari kartu kredit. Sebenarnya, hal seperti ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Kehilangan uang nasabah bukanlah hal yang baru, hal seperti ini sudah terjadi berulang kali karena keteledoran pemilik data sendiri. Seharusnya, pemilik data lebih berhati-hati dalam menjaga privasinya agar tidak kecolongan. Saya sendiri juga pernah, bahkan sering mendapatkan email yang berisi informasi palsu seperti mendapatkan uang, pembelian sesuatu, dan lain sebagainya.

Untuk kamu yang ingin mengantisipasi diri sejak dini, saya punya beberapa tipe penipu dan tips yang akan membantu kamu menghindari kecolongan data pribadi di Internet.

1. Scam Pundi-Pundi

Saya menamai scam ini ‘pundi-pundi’ karena memberikan subject yang sedikit wow. Mereka mengambil data whois kita, seolah-olah seorang peminat yang ingin membeli domain kita sebagai contohnya. Dia akan berusaha meng-email kita, kemudian menawarkan harga yang tidak sedikit.

Baca juga: Mendapatkan Penawaran dari Broker Domains

Mereka akan mengarahkan kita ke situs yang sudah mereka sediakan seperti review terhadap mereka, situs yang diarahkan khusus untuk mengsukseskan penipuan tersebut. Dalam hal ini, biasanya mereka mengkloning salah satu situs terpercaya dengan menggunakan webmail atau SMTP dengan sender name, email from mengatasnamakan perusahaan tersebut. Jadi untuk kamu yang baru terjun ke Internet, bekali diri dengan waspada ya.

2. Pencurian data

Bagi kamu yang sering melakukan pembelian di situs-situs commerce atau marketplace, harus lebih berhati-hati dalam data pribadi ya. Soalnya, ada banyak vuln atau bug di situs-situs berkembang. Tak terkecuali situs besar sekalipun.

Pelaku biasanya mengelabui korban dengan mengirim email sebagai salah satu anggota atau staff di perusahaan tersebut dan memintai data-data sang korban. Jadi lebih berhati-hati terhadap data diri.

3. Pencurian uang nasabah

Nah, yang ini sedikit familiar pastinya. Kamu pasti sering tuh liat berita uang nasabah, uang nasabah hilang, uang di kartu kredit hilang, mungkin sedikit terkait dengan ini. Pencurian kartu kredit umumnya dilakukan dengan mengirim email fake seperti nomor 1 diatas, mengatasnamakan dengan mengclone email from dan sender name, termasuk kata-kata yang memikat kita.

Pastinya kamu akan panik dong kalau akun nasabah kamu kenapa-kenapa, dengan sedikit pancingan kamu akan tergoyahkan. Nah, karena disini saya sudah sedikit memberikan pengetahuan, mulai sekarang cobalah untuk berhati-hati dan crosscheck terlebih dahulu. Perhatikan URL, apakah URL valid dari situs resmi atau bukan, dan perhatikan hal-hal lainnya yang akan sangat membantu kamu.

Sekian dari saya, saran saya ya amankan data pribadi sebisa mungkin, kita tidak akan tau kapan, dimana, bagaimana hal ini bisa terjadi. Antisipasi sejak dini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *